Solo_ Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunan Desa menegaskan bahwa perencanaan pembangunan desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan unsur masyarakat (termasuk perempuan) secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa. Namun dalam praktiknya, keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan desa masih belum optimal.
Realita inilah yang melandasi inisiasi DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong transformasi gerakan perempuan akar rumput melalui peningkatan kesadaran dan berfikir kritis melalui kegiatan Workshop Sekolah Perempuan yang dilaksanakan di hotel Swiss Belinn Saripetojo Surakarta selama 3 hari (4-6/12) lalu.
“Jumlah penduduk Indonesia sebesar 270 juta jiwa, dimana 43%-nya tinggal di desa, sekitar 49,5%-nya adalah perempuan, dan sekitar 30,1%-nya adalah usia anak (di bawah usia 18 tahun), maka mereka (perempuan dan anak) akan menjadi modal besar jika dilibatkan secara aktif dalam pencapaian kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan, termasuk SDGs.” jelas Iwan Setiyoko dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) selaku salah satu tim fasilitator dalam paparannya.
Perempuan seharusnya mampu menjadi tonggak dalam pembangunan desa, pasalnya dari 17 goals dan 169 target dalam SDGs (Sustainable Development Goals), ada 16 goals dan 91 target yang terkait dengan kesetaraan gender, hak asasi perempuan, serta anak perempuan. Selain itu, UU No.6 Tahun 2014 tentang desa juga telah mengamanatkan pembangunan desa yang inklusif dan responsif gender.
Kemendes PDTT menjadikan salah satu SDGs Desa adalah DRPPA (Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak) yang mencakup peran kepemimpinan perempuan dalam kewenangan dan tata kelola desa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa, serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan bantuan hukum. Karenanya upaya dan program penanggulangan kemiskinan, tidak boleh lepas dari upaya-upaya pemberdayaan perempuan di desa. (Admin)