TERANG BAGI BANYAK ORANG

Posted By Ardian Agil | 11 Agustus 2022 | Sosial & Budaya | 0 Komentar

Isu mengenai “Pelopor dan Pelapor” (2P) tentu sudah tidak asing lagi bagi kita yang memang terjun aktif bergerak daalm forum anak atau PIK-R. Forum-forum komunitas anak membantu mengenalkan kita tentang apa itu peran 2P, mengapa 2P penting bagi lingkungan, dan bagaimana kita turut berperan mengambil bagian untuk menjadi 2P. Lalu, apakah maksud “Pelopor dan Pelapor” yang sebenarnya? Dalam tulisan ini, saya Hawila Azarya Biolanova, akan menjelaskan apakah “Pelopor dan Pelapor” menurut pandangan saya, serta program-program yang sudah dan akan saya lakukan kedepannya.

Gerakan “Pelopor dan Pelapor” sendiri merupakan gerakan dimaksudkan agar anak menyadari posisinya yang penting dan memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya untuk mendukung pengembangan daerah terkait. Gerakan ini juga mendukung dan melatih anak untuk lebih perhatian terhadap apa yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Harapannya, dengan meningkatnya awareness anak terhadap lingkungan, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang peka, berempati dan bersimpati, juga membentuk karakter positif lainnya pada anak.

Peran anak sebagai “Pelopor dan Pelapor” sendiri terbagi menjadi dua, sesuai namanya. Pelopor yang dimaksud adalah anak diharapkan memiliki kesadaran untuk berani maju sebagai inisiator penggerak bagi lingkungannya. Anak diharapkan dapat memulai aksi dan kontribusi positif sebagai agen perubahan. Sedangkan, pelapor maksudnya adalah harapan agar anak berani melaporkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak melalui bermacam platform atau sarana yang sudah disediakan oleh pemerintah, baik berupa perkembangan yang harus diapresiasi, maupun penyelewengan yang harus segera ditindaklanjuti. Setidaknya, jika anak belum memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menjadi pelopor, anak diharapkan dapat menjadi pelapor dalam menanggapi isu-isu di lingkungan sekitarnya.

Sejujurnya, jika kita lihat di kondisi sekarang, peran anak sebagai “Pelopor dan Pelapor” sudah mulai terlihat. Anak tidak lagi terlihat pasif, tetapi hak-hak anak untuk turut menyumbangkan kontribusinya terhadap perkembangan daerah sudah mulai terpenuhi. Bisa kita lihat dari adanya forum-forum anak yang aktif, baik di tingkat kota/kabupaten, hingga tingkat kecamatan, bahkan kelurahan. Hal itu menunjukkan bahwa anak-anak juga sudah mulai memiliki kesadaran sebagai pelopor adanya komunitas anak sebagai wadah bagi anak-anak seusianya. Selain itu, seringkali wadah-wadah seperti forum anak dan juga berperan sebagai pelapor mengenai masalah-masalah yang ditemui di kalangan anak-anak seusianya, sehingga akhirnya masalah itu dapat diselesaikan. Dalam realisasinya, gerakan “Pelopor dan Pelapor” sebenarnya lebih diharapkan untuk lebih digencarkan lagi oleh forum anak, mengingat statusnya sebagai wadah atau sarana bagi anak. Meski peran individu juga amat diharapkan, peran forum anak tentu lebih diharapkan lagi. Terutama, dengan masih banyaknya orang yang belum mengenal gerakan ini, forum anak diharapkan dapat mulai memelopori dan mengenalkan gerakan tersebut dalam masyarakat.

Sebagai kontribusi saya pribadi demi mewujudkan Jawa Tengah ramah anak, serta sebagai peran saya dalam kepengurusan forum anak sejauh ini, saya memiliki beberapa program kerja. Sejujurnya, dapat dikatakan saya belum terjun terlalu jauh dalam kepengurusan forum anak. Sebelumnya, saya memang terlibat sebagai tim media dari kepengurusan forum anak kecamatan. Tetapi, seperti yang kita semua tahu, pandemi cukup membatasi ruang gerak kami, belum banyak kegiatan yang kami adakan. Kemudian, pada Juli lalu, saya dipercayakan untuk menjadi ketua forum anak kecamatan, dan mendapat kesempatan untuk tergabung juga sebagai bendahara forum anak kota.

Sejauh ini, forum anak kota sudah melakukan flashmob jingle “Forum Anak Jawa Tengah” dan jingle “Jo Kawin Bocah”. Sedangkan, untuk plan saya kedepannya, saya mengharapkan kerjasama dan antusiasme dari teman-teman satu tim karena saya pun tidak dapat bergerak sendirian. Saya mengharapkan pertemuan rutin, sehingga antaranggota dapat lebih kenal satu sama lain dan tidak canggung dalam mewujudkan proker kami. Saya sendiri memiliki rencana untuk membuat satu platform pelayanan curhat online; menggencarkan sosialisasi dan kampanye anti-bullying sebagai salah satu persoalan yang masih sering terjadi sampai sekarang; seminar untuk teman-teman yang broken home; sosialisasi dan branding pengenalan forum anak; mengaktifkan forum anak tingkat kota dan kecamatan, serta pembentukan forum anak tingkat kelurahan; seminar dan/atau pelatihan pengenalan diri dan potensi anak; serta berbagai program seru pengembangan bakat, seperti bedah buku, pelatihan fotografi, dan klub-klub lainnya. Harapan saya, program-program kerja dan mimpi-mimpi saya dapat diwujudkan dengan sukses.

Akhir kata, saya harap, dengan ditulisnya esai ini, informasi dan pengetahuan kita semua dapat bertambah, menjadi motivasi, dan mendorong kita untuk berani menjadi agen perubahan dan membawa pengaruh positif bagi orang banyak. Harapannya, esai ini juga dapat memotivasi saya sendiri untuk dapat bergerak. Menjadi terang bagi banyak orang.

Penulis : Hawila Azarya Biolanova