Kesatuan Pelapor dan Pelopor

Posted By Ardian Agil | 11 Agustus 2022 | PHPA | 0 Komentar

Pelapor dan pelopor, dua kata yang memiliki kemiripan bentuk kata yang hampir sama. Tapi nyatanya pelapor dan pelopor memiliki arti yang berbeda. Menurut KBBI, yang berjalan terdahulu atau berjalan di depan disebut sebagai pelopor dan individu yang melaporkan sesuatu disebut pelapor. Setiap orang memiliki hak sebagai pelapor dan pelopor, tak terkecuali anak-anak.

        Individu sebagai pelapor yakni dimana individu melaporkan permasalahan pemenuhan hak di masyarakat. Dimana sih kita bisa melaporkan? Kita bisa melaporkan suatu perkara melalui instansi terkait. Contohnya, jika kita menyaksikan atau mengetahui kekerasan terhadap anak dengan mata kita sendiri, maka sebagai sanki kita harus menjadi pelapor (melaporkan) kepada pihak berwenang, dimana pihak yang berwenang disini yakni lembaga polisi setempat atau melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

       Individu sebagai pelopor yakni dimana individu itu sendiri menjadi agen perubahan di masyarakat. Agen perubahan merupakan seseorang yang mempengaruhi sasaran perubahan agar bisa mengambil keputusan sesuai kehendaknya. Yang artinya disini, individu sebagai agen perubahan diharapkan dapat memulai aksi positif sebagai bentuk reaksi dari hasil pelapor. Tentu tidak hanya kalangan tertentu yang dapat menjadi pelapor dan pelopor, semua kehidupan di masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjadi pelapor dan pelopor.

       Menurut saya pelapor dan pelopor memiliki hubungan kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Kita perlu berjalan terlebih dahulu (pelopor) untuk bisa melaporkan sesuatu (pelapor) atau kita dapat melaporkan (pelapor) jika kita berjalan terlebih dahulu (pelopor).

       Prinsip pelapor dan pelopor menjadi suatu hal yang penting di dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan dengan memanfaaatkan prinsip pelapor dan pelopor secara maksimal dan baik, masyarakat bisa menjadi tertata dalam permasalahan isu sosial. Isu sosial tidak akan menjadi suatu hal yang terlalu dikhawatirkan dengan adanya pelapor dan pelopor yang meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sekitar. Oleh sebab itu, sebagai bentuk di dalam kehidupan masyarakat, mari kita meningkatkan kesadaran diri dengan memulai dengan diri kita.

Ayo jadi pelapor dan pelopor!!   

Penulis: Slamet Rio