Solo _ “Pusat gerakan dari penyelenggaraan dan pembangunan desa berkelanjutan adalah partisipasi masyarakat. Lahirnya UU Desa menjamin peran seluruh unsur masyarakat termasuk perempuan dalam proses pembangunan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.” ungkap Iwan Setiyoko dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) selaku salah satu tim fasilitator ketika mengisi acara Workshop Sekolah Perempuan yang digelar oleh DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah di Hotel Swiss Belinn Saripetojo Solo, Senin-Rabu (4-6/12) lalu.
Sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Partisipasi Masyarakat dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahwa pemberdayaan Perempuan adalah upaya untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya, agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah, sehingga mampu membangun kemampuan dan konsep diri.
“Sebagai bagian masyarakat, perempuan mempunyai hak dan tanggung jawab dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting untuk memastikan pembangunan desa yang berkelanjutan (SDGs) Desa. Pemberdayaan perempuan memiliki tujuan dua arah, yakni: Pertama. Membebaskan perempuan dari belenggu kemiskinan, marjinalisasi, dan keterbelakangan; Kedua. Memperkuat posisi lapisan perempuan dalam struktur kekuasaan.” tegas iwan dalam paparannya.
Karenanya, seluruh peserta workshop yang merupakan penggerak kelompok masyarakat dan perwakilan dari dinas yang membidangi pemberdayaan perempuan di 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah harus memahami dengan baik prinsip-prinsip perencanaan dan penganggaran desa, yaitu: transparan, partisipatif, akuntabel, efektif dan efisien, serta responsif gender dan inklusif. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, mereka dapat menyebarkan dan memperkuat daya kritis perempuan di wilayahnya masing-masing, agar proses transformasi gerakan perempuan akar rumput bisa berjalan secara optimal. (admin)