Halo sobat penak,
Permasalahan perkawinan anak masih membutuhkan perhatian lintas sektor. Strategi pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu dikolaborasikan melalui rencana aksi. Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah (Dra. Ema Rachmawati, M.Hum) menyampaikan pentingnya mengatasi perkawinan anak karena berdampak pada isu stunting dan anak tidak sekolah. Selain itu audiensi ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepakatan Gubernur Jawa Tengah dengan Pengadilan Tinggi Agama Semarang. Angka perkawinan anak di beberapa Kabupaten/ Kota masih tinggi sehingga memerlukan kolaborasi melalui PANDU CINTA (Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak) bekerjasama dengan TP PKK dan lintas sektor. Ketua PTA Semarang (Dr. Rohanah, SH, MH) menyambut baik audiensi yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB Prov Jateng beserta tim dan mendukung program PANDU CINTA serta gerakan Jo Kawin Bocah. Hadir pula perwakilan Kanwil Kemenag Prov Jateng, TP PKK Prov Jateng, UNICEF, LPA Klaten.